Jl. Hj. Nawi Raya No. 45B Blok B16, Kel. Gandaria Utara, Kec. Kebayoran Baru, Jakarta Selatan 12420
Media sosial kami
Jam Operasional:

Senin - Jumat 9:00 pagi - 6:00 sore

Hubungi Kami:

(+62) 813 9888 7651

E-mail:

sales@utrinitas-m.co.id

Mengenal Splitter Fiber Optic dan Fungsinya

Pernah bertanya bagaimana satu kabel dari provider bisa melayani banyak rumah sekaligus? Salah satu jawabannya ada pada komponen kecil bernama splitter fiber optic. Komponen ini membagi satu sinyal optik menjadi beberapa jalur sehingga provider tidak perlu menarik satu serat khusus untuk setiap pelanggan.

Dengan splitter, operator bisa membangun jaringan FTTH dengan lebih efisien dan melayani lebih banyak pelanggan melalui satu jalur utama.

Artikel ini akan membahas fungsi splitter fiber optic, jenis-jenisnya, hingga alasan teknisi banyak menggunakan tipe cassette di lapangan.

Pembahasan ini cocok untuk kamu yang sedang belajar jaringan FTTH, teknisi pemula, atau pemilik RT/RW Net yang ingin memahami komponen jaringan dengan lebih baik.

Apa Itu Splitter Fiber Optic?

splitter fiber optic

Splitter fiber optic adalah komponen pasif yang membagi satu sinyal cahaya menjadi beberapa jalur output.

Splitter tidak membutuhkan listrik untuk bekerja. Struktur optik di dalam splitter membagi cahaya dari satu input menjadi beberapa output.

Contohnya:

  • 1 input menjadi 2 output
  • 1 input menjadi 4 output
  • 1 input menjadi 8 output
  • 1 input menjadi 16 output
  • 1 input menjadi 32 output
  • 1 input menjadi 64 output

Dalam jaringan FTTH berbasis PON atau Passive Optical Network, splitter memegang peran penting.

Sinyal dari OLT di sisi operator bergerak melalui satu serat fiber optic. Setelah itu, splitter membagi sinyal tersebut menjadi beberapa jalur sebelum sinyal sampai ke pelanggan.

Operator biasanya menempatkan splitter di ODC atau ODP, tergantung desain jaringan.

Dengan sistem ini, satu port OLT dapat melayani banyak pelanggan tanpa membutuhkan satu jalur fiber khusus untuk setiap rumah.

Namun, ada satu hal penting yang perlu kamu pahami.

Ketika splitter membagi cahaya, daya optik juga ikut terbagi. Setiap tingkat pembagian akan menambah redaman atau loss.

Sebagai gambaran:

  • splitter 1:2 memiliki loss sekitar 3,5 dB
  • splitter 1:8 memiliki loss sekitar 10,5 dB
  • splitter 1:32 memiliki loss sekitar 17,5 dB

Nilai sebenarnya dapat berbeda tergantung kualitas produk dan spesifikasinya.

Karena itu, teknisi perlu menghitung total redaman jaringan dengan benar. Jika redaman terlalu besar, pelanggan bisa menerima sinyal yang lemah atau ONT gagal terhubung dengan baik.

Dua Teknologi Splitter: PLC dan FBT

Berdasarkan teknologinya, splitter fiber optic umumnya terbagi menjadi dua jenis, yaitu PLC dan FBT.

Splitter FBT

FBT merupakan singkatan dari Fused Biconical Taper.

Teknologi ini menggabungkan dua atau lebih serat optik melalui proses pemanasan dan penarikan hingga serat dapat membagi sinyal cahaya.

FBT termasuk teknologi yang lebih lama dan biasanya memiliki harga lebih terjangkau.

Namun, splitter FBT memiliki beberapa keterbatasan.

Pembagian daya antar output bisa kurang merata, performanya lebih sensitif terhadap perubahan suhu, dan penggunaannya lebih cocok untuk panjang gelombang tertentu.

Teknisi masih menggunakan FBT untuk kebutuhan tertentu, misalnya splitter 1:2 dengan rasio khusus seperti 30:70 atau 20:80.

Untuk jaringan FTTH dengan banyak output, teknisi biasanya lebih memilih PLC.

Splitter PLC

PLC merupakan singkatan dari Planar Lightwave Circuit.

Splitter PLC menggunakan rangkaian optik pada substrat kaca untuk membagi sinyal cahaya ke beberapa output.

Teknologi ini menghasilkan pembagian daya yang lebih merata dan stabil.

Splitter PLC juga dapat bekerja pada rentang panjang gelombang yang sesuai untuk kebutuhan jaringan PON.

Karena itu, jaringan FTTH modern banyak menggunakan splitter PLC, terutama untuk rasio pembagian seperti:

  • 1:4
  • 1:8
  • 1:16
  • 1:32
  • 1:64

Di banyak ODP, kamu akan lebih sering menemukan splitter jenis PLC dibandingkan FBT.

Bentuk Fisik Splitter Fiber Optic

Teknologi splitter yang sama bisa hadir dalam beberapa bentuk fisik.

Produsen menyesuaikan bentuk tersebut dengan lokasi dan kebutuhan pemasangan.

Bare atau Mini Splitter

Bare splitter memiliki bentuk kecil dan sederhana.

Pada tipe ini, kabel fiber input dan output keluar langsung dari modul tanpa adaptor konektor.

Teknisi biasanya memasangnya di dalam closure, splice tray, atau kotak distribusi.

Untuk menghubungkannya ke jaringan, teknisi perlu melakukan fusion splicing.

Keunggulan bare splitter adalah bentuknya ringkas dan harganya relatif ekonomis.

Namun, proses pemasangannya membutuhkan fusion splicer dan keterampilan penyambungan fiber optic.

ABS Box Splitter

ABS box splitter menggunakan casing plastik yang melindungi bagian splitter di dalamnya.

Beberapa model sudah menyediakan konektor atau adaptor sehingga teknisi bisa melakukan pemasangan dengan lebih praktis.

Tipe ini cocok untuk berbagai kebutuhan instalasi indoor maupun di dalam kotak distribusi tertentu.

Splitter Cassette

Splitter cassette menggunakan casing pipih berbentuk modul.

Pada salah satu sisinya terdapat port input dan output yang tersusun dengan rapi. Produsen biasanya sudah memasang adaptor SC/APC pada tipe ini.

Desain cassette memudahkan teknisi memasukkan splitter ke dalam slot ODP, ODC, atau box distribusi yang kompatibel.

Karena bentuknya rapi dan praktis, teknisi banyak menggunakan splitter cassette untuk jaringan FTTH.

Rack Mount atau LGX

Splitter rack mount menggunakan modul yang cocok untuk pemasangan di rack telekomunikasi.

Operator biasanya menggunakannya di ruang jaringan, data center, atau central office.

Tipe ini cocok untuk instalasi dengan jumlah koneksi yang lebih besar dan membutuhkan pengelolaan kabel yang rapi.

Kenapa Splitter Cassette Banyak Dipakai di Lapangan?

Jika kamu membuka ODP di jaringan FTTH, kemungkinan besar kamu akan menemukan splitter berbentuk cassette.

Ada beberapa alasan praktis yang membuat tipe ini populer di kalangan teknisi.

1. Instalasi Lebih Cepat

Splitter cassette menawarkan proses instalasi yang praktis.

Teknisi cukup memasukkan modul ke slot ODP yang sesuai, menghubungkan input, lalu menggunakan port output untuk jalur pelanggan.

Teknisi tidak perlu melakukan fusion splicing pada setiap output jika splitter sudah menggunakan konektor.

Hal ini membantu mempercepat proses aktivasi pelanggan.

2. Troubleshooting Lebih Mudah

Cassette splitter menggunakan port yang tersusun dengan rapi.

Saat terjadi gangguan, teknisi bisa memeriksa jalur pelanggan satu per satu.

Teknisi cukup melepas konektor pada port yang ingin diperiksa lalu mengukur sinyal menggunakan alat yang sesuai.

Cara ini jauh lebih praktis dibandingkan jaringan yang menggunakan banyak sambungan permanen.

3. Instalasi Lebih Rapi

Casing cassette melindungi serat dan jalur optik di dalam splitter.

Teknisi tidak perlu mengatur banyak serat tipis secara terbuka di dalam ODP.

Kondisi ini membantu mengurangi risiko serat tertekuk, tertarik, atau rusak saat teknisi melakukan pekerjaan lain.

ODP yang rapi juga membuat proses perawatan jauh lebih mudah.

4. Cocok untuk Penggunaan di ODP

Produsen merancang banyak splitter cassette agar sesuai dengan slot pada ODP.

Teknisi bisa mengganti atau menambah splitter dengan lebih mudah selama ukuran dan desainnya kompatibel.

Karena alasan inilah tipe cassette sering menjadi pilihan untuk instalasi FTTH di lapangan.

Apakah Splitter Cassette Memiliki Kekurangan?

Tetap ada beberapa hal yang perlu kamu pertimbangkan.

Harga splitter cassette biasanya sedikit lebih tinggi dibandingkan bare splitter.

Selain itu, setiap konektor juga menambah sedikit redaman pada jaringan.

Namun, teknisi sering memilih cassette karena kemudahan instalasi, troubleshooting, dan perawatan dapat menghemat banyak waktu selama operasional jaringan.

Tips Memilih Splitter Fiber Optic

Sebelum membeli splitter, perhatikan beberapa hal berikut.

1. Pilih Rasio yang Sesuai

Sesuaikan jumlah output dengan desain jaringan dan jumlah pelanggan.

Jangan langsung memilih rasio terbesar.

Misalnya, jika kamu hanya membutuhkan beberapa jalur, menggunakan splitter 1:32 dapat menambah redaman yang sebenarnya tidak perlu.

Desain jaringan yang baik menyeimbangkan jumlah pelanggan dengan power budget yang tersedia.

2. Perhatikan Jenis Konektor

Untuk jaringan FTTH, banyak instalasi menggunakan konektor SC/APC yang biasanya berwarna hijau.

Konektor APC membantu mengurangi pantulan balik cahaya dibandingkan konektor UPC.

Pastikan konektor splitter sesuai dengan perangkat, adaptor, patch cord, dan desain jaringan yang kamu gunakan.

3. Periksa Nilai Insertion Loss

Jangan hanya melihat harga.

Periksa datasheet dan lihat nilai insertion loss splitter.

Splitter dengan loss terlalu besar dapat mengurangi power budget dan membuat sinyal pelanggan menjadi lebih lemah.

Pilih produk dengan spesifikasi yang jelas dan konsisten.

4. Sesuaikan Bentuk dengan ODP

Jika kamu ingin memasang splitter cassette, periksa ukuran dan model slot di ODP.

Tidak semua cassette memiliki bentuk dan ukuran yang sama.

Memilih ukuran yang sesuai akan membuat instalasi lebih rapi dan menghindari modifikasi yang tidak perlu.

5. Ukur Setelah Instalasi

Setelah memasang splitter, ukur sinyal pada setiap output menggunakan Optical Power Meter atau OPM.

Catat hasilnya.

Data tersebut dapat menjadi referensi saat teknisi melakukan troubleshooting di kemudian hari.

Jika suatu saat pelanggan mengalami sinyal lemah, teknisi bisa membandingkan nilai terbaru dengan hasil awal instalasi.

Splitter fiber optic memang tidak membutuhkan listrik dan tidak memiliki lampu indikator, tetapi komponen ini memegang peran penting dalam jaringan FTTH.

Splitter memungkinkan operator membagi satu jalur fiber optic menjadi beberapa jalur pelanggan dengan cara yang lebih efisien.

Teknisi juga perlu memahami perbedaan PLC dan FBT, menghitung redaman, memilih rasio yang sesuai, serta menentukan bentuk splitter berdasarkan lokasi pemasangan.

Untuk penggunaan di ODP, splitter cassette sering menjadi pilihan karena instalasinya cepat, tampilannya rapi, dan proses troubleshooting-nya lebih mudah.

Jika kamu sedang membangun atau mengembangkan jaringan fiber optic, kamu dapat menemukan berbagai kebutuhan jaringan di telcora.co.id, mulai dari PLC splitter, splitter cassette, patch cord, pigtail, hingga alat ukur fiber optic.

Pilih rasio, konektor, dan tipe splitter sesuai dengan desain jaringan agar instalasi tetap rapi dan kualitas sinyal tetap terjaga.

Share the Post:

Artikel Terkait

Layanan Lainnya

Kami memiliki kemampuan dan keahlian untuk menyediakan layanan serat optik untuk aplikasi di dalam dan di luar ruangan. Kami menggunakan metode dan prosedur yang diakui di industri untuk semua klien kami.

Baca Selengkapnya
id_IDBahasa Indonesia

Kontak Sales